
Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen memiliki tiga tempat yang aura spiritualnya cukup kuat.
Mulai dari Belik Robyong, Punden Kyai, dan Punden Duri. Khusus Belik Ronyong yang merupakan sumber mata air, sering didatangi pejabat untuk ritual tertentu.
Warga Desa Tegalrejo masih menjunjung tinggi nilai tradisi warisan leluhur. Salah satunya dengan rutin menggelar bersih desa dan sedekah bumi. Tradisi ini digelar tiap Jumat Legi (penanggalan Jawa) di bulan Suro.
“Kegiatan sedekah bumi digelart di Belik Robyong, Punden Duri, dan Punden Kyai. Ketiga tempat ini adalah kearifan lokal, jadi jangan dipandang suatu yang musyrik atau sirik. Sejak dulu memang warga di sini sudah diajarkan oleh leluhur untuk bersinergi,” kata tokoh masyarakat Desa Tegalrejo Heru Setyawan, Sabtu (3/8/2024).
Heru menjelaskan, warga meyakini kedua punden tersebut merupakan cikal bakal Desa Tegalrejo.
Kemudian ada keunikan tersendiri dari Belik Robyong, di mana mata airnya tak pernah kering. Sehingga mampu menghidupi warga sekitar.
Namun, ketiga lokasi tersebut punya daya magis tersendiri. Ada hal-hal mistis yang memang disakralkan.
“Bukan untuk menakut-nakuti ya, tapi memang ada (mistisnya). Saya juga mengalami hal mistis tersebut. Saya pernah membuktikan,” imbuh Heru yang juga eks Kepala Desa (Kades) Tegalrejo ini.
Belik Robyong airnya memang tak pernah kering, meskipun wilayah setempat diterpa kemarau panjang. Sumber airnya terus lestari.
Warga sekitar percaya, belik ini dijaga sosok kasat mata. Supaya terhindar dari orang yang berniat jahat dengan tujuan merusak atau mencelakai.
“Pada waktu-waktu tertentu, ada pejabat yang datang untuk ritual di sekitar belik. Tentunya ritual kejawen untuk kebutuhan spiritualnya,” beber Heru.
Sementara itu, tradisi bersih desa dan sedekah bumi rutin digelar di belik dan punden. Tak hanya warga Desa Tegalrejo, banyak pengunjung yang datang dari luar daerah.
“Tiap sedekah bumi ada gunungan yang dikirab. Gunungan isinya hasil bumi dari Desa Tegalrejo, yang selalu jadi rebutan pengunjung untuk ngalap berkah. Sedekag bumi ini rutin digelar, atas sinergi dari warga dan pemerintah desa,” papar Heru